Kesempurnaan sujud

Pentingnya tata cara menyempurnakan sujud diantaranya menggunakan 7 anggota badan yaitu : Jidat/kening/dahi dan hidung (1), dua telapak tangan (3), dua lutut (5) dan dua ujung kaki (7).

Hal ini berdasar hadits: Dari Ibnu ‘Abbas berkata: Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata: “Aku diperintah untuk bersujud (dalam riwayat lain; Kami diperintah untuk bersujud) dengan tujuh (7) anggota badan; yakni kening sekaligus hidung, dua tangan (dalam lafadhz lain; dua telapak tangan), dua lutut, jari-jari kedua kaki dan kami tidak boleh menyibak lengan baju dan rambut kepala.” (Hadits dikeluarkan oleh Al-Jama’ah)

 Cara sujud diantaranya ialah :

  • Dilakukan dengan menekan

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menekankan kedua lututnya dan bagian depan telapak kaki ke tanah.”[1]

Kedua lengan/siku tidak ditempelkan pada lantai, tapi diangkat dan dijauhkan dari sisi lambung.

عَن أَبي حُمَيْدٍ السَّاعِدِيِّ: “أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا سَجَدَ أَمْكَنَ أَنْفَهُ وَجَبْهَتَهُ الأَرْضَ، نَحَّى يَدَيهِ عَن جَنْبَيهِ، وَوَضَعَ كَفَّيْهِ حَذْوَ مَنْكِبَيْهِ”.

Dari Abu Humaid As-Sa’diy, bahwasanya Nabi shalallau ‘alaihi wasallam bila sujud maka menekankan hidung dan dahinya di tanah serta menjauhkan kedua tangannya dari dua sisi perutnya, tangannya ditaruh sebanding dua bahu beliau.”[2]

“Beliau mengangkat kedua lengannya dari lantai dan menjauhkannya dari lambungnya sehingga warna putih ketiaknya terlihat dari belakang”[3]

  • Menjauhkan perut/lambung dari kedua paha

عَنْ أَبِي حُمَيْدٍ بِهَذَا الْحَدِيثُ قَالَ: وَإِذَا سَجَدَ فَرِجَ بَيْنَ فَخُذْيَهُ غَيْرُ حَامِلُ بَطْنَهُ عَلَى شَىءٍ مِنْ فَخُذْيَهُ.

Dari Abi Humaid tentang sifat sholat Rasulillah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata: “Apabila dia sujud, beliau merenggangkan antara dua pahanya (dengan) tidak menopang perutnya.”[4]

  • Merapatkan jari-jemari. Dari Wail, bahwasanya Nabi shalallau ‘alaihi wasallam  jika sujud maka merapatkan jari-jemarinya.[5]
  • Menegakkan telapak kaki dan saling merapatkan/menempelkan antara dua tumit. Berkata Aisyah isteri Nabi shalallau ‘alaihi wasallam: “Aku kehilangan Rasulullah shalallau ‘alaihi wasallam padahal beliau tadi tidur bersamaku, kemudian aku dapati beliau tengah sujud dengan merapatkan kedua tumitnya (dan) menghadapkan ujung-ujung  jarinya ke kiblat, aku dengar…”[6]

 

M. Iding Sanusi


[1] . HR.Baihaqi

[2] . HR. At Tirmidzi:269

3 . HR. Bukhari dan Muslim

[4] . HR. Abu Dawud:735

[5] . HR. Hakim

[6] . (HR. Hakim dan Khuzaimah)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s